Masih memandangi cangkir kopi yang sudah usang itu.Rintik-rintik hujan turun bergerombol menunggu datangnya sinar untuk ucapkan salam berpisah. Bukan untuknya , melainkan dia si awan.
Si awan yang lenyap melepaskan hujan pergi. Dia lebih memilih jatuh , berkorban untuk bertemu sinar.
Mendekap hangat, berpegangan tangan dan saling jatuh cinta. Namun , sinar tidak bisa memungkiri perbedaan ini. Air dan Panas. Semua membayang bayang.
Si hujan pergi selamanya meninggalkan bau kering di jalanan.
Aku masih jelas akan cerita itu.
Cerita aneh -menurutku namun aku tetap menginginkan kau menceritakannya lagi. Sampai sampai aku hafal di luar kepala. Begitu menyenangkan. tiba tiba dia berlari keluar , menutup mata , merentangkan tangan dan menikmati tetes tetes hujan yang turun dengan mengecapinya sambil tertawa. Aku masih jelas peristiwa itu.
Terdiam dan masih memandangi cangkir itu. Masih sama , masih cangkir yang lama. Tidak ada yang berubah.Ukiran ukiran bulan dan perahu itu masih jelas. Dia berdiri dengan tegak, tanpa ragu berkata di hadapan dua temannya. ''Aku kelak akan menjadi kapiten . aku akan menjadi bajak laut terkenal''.
Kembali duduk dan tertawa bersama mereka. " Aku berjanji akan menjadi Awak kapal mu kapten '' bergumam sendiri , aku menghabiskan sisa kopi itu.
Masih jelas dan terekam
Dia tertawa berseri seri , aku masih memperhatikannya diam diam.
Dan ketika itu , dentuman keras terjadi.
Aku terlempar.
Kepalaku pusing. terakhir,aku melihat asap dimana mana. Mayat mayat berserakan. kebakaran di kafe itu.
ya , ada bom
Aku berada di sebelahnya. Kepalanya banyak mengeluarkan darah. Dengan Pecahan kaca di wajahnya. Matanya tertutup. Ku pegangi tangannya untuk pertama kali , menggenggam dan membiarkannya tertidur pulas. Aku berbisik ke telinganya ''Biarkan aku bercerita tentang si sinar dan si awan kepadamu''
aku lelah, aku butuh tidur. Dan biarlah hujan menghapus kesakitanmu.
Aku berjalan menuju pintu , di luar masih dingin. Hujan membuat semuanya basah. Dan aku harus cepat pergi. Aku tak mau telat. Bunga melati ini akan layu.Aku ingin megirimkan surat ini ke sana.Aku diam diam masih mengaguminya. Pemakaman jauh dari sini, Aku harus berlari dan
aku terjatuh. samar tapi aku melihat wajahnya. Dan saat itu dia terlihat cantik.
hai, bagaimana keadaan surga ?
apakah mereka tau kau akan jadi pelaut terkenal?
apakah kau sudah punya awak kapal ?
atau kau sudah ceritakan kisah si awan itu ?
aku merindukanmu.
hai , aku juga merindukan mu.
merindukan kau lihat secara diam diam.
tapi tak apa , kau bisa mengetahuinya di sini sekarang.
kita bisa menceritakannya berdua.
dan mari berlayar bersama.
dandelion fly
rch
Tidak ada komentar:
Posting Komentar